Home / Profil MPII / Profil Singkat Majelis Pemuda Islam Indonesia

Profil Singkat Majelis Pemuda Islam Indonesia

Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) merupakan organisasi perkumpulan pemuda Islam yang didirikan oleh perwakilan aktivis muda Islam pada organisasi kepemudaan berbasis Ormas Islam Indonesia yang berada bawah naungan Majelis Ulama Indonesia (MUI), antaranya Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Persis, al-Irsyad, Mathlaul Anwar, al-Washliyah, ICMI, Dewan Masjid Indonesia dan lain-lainnya. Tak pelak, basis utama kepengurusan dan keanggotaan organisasi ini adalah merujuk pada induk organisasi kemasyarakatan Islam, dimana organisasi kepemudaan tersebut berada dibawah otoritas keorganisasian baik secara struktural maupun secara kultural.

Cita-cita luhur MPII adalah ingin menjadi wadah dan tenda besar bagi organisasi kepemudaan berbasis Islam di Indonesia dengan tidak terjebak pada perbedaan ideologi, nilai perjuangan organisasi dan atribusi artifisial lainnya yang dalam kadar tertentu dapat menutup peluang untuk sekadar bertemu, menyapa, berdialog dan bahkan bersinergi untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar. Melalui cita-cita ini, MPII berkomitmen untuk terlibat aktif mengikis jurang perbedaan yang parsial menuju titik temu perjuangan yang substansial dan mashlahah demi menggapai mimpi besar kedaulatan dan kemandirian bangsa, negara dan agama. Dengan demikian, perbedaan ideologi perjuangan tidak menjadi persoalan krusial dan asasi, lebih-lebih menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkiprah menjaga kedaulatan NKRI, merawat anugerah (ke) Bhinneka Tunggal Ika (an), memperjuangkan amanat kebangsaan yang termaktub dalam Undang-undang Dasar 1945, dan serta mempertahankan ideologi Pancasila dari ancaman gerakan yang ada baik ekstrim kanan maupun esktrim kiri.

MPII menyadari bahwa persolan besar dan rumit bangsa dan negara ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu golongan atau organisasi masyarakat tertentu, dibutuhkan kerjasama dan komitmen kebersamaan yang kuat dalam menyelesaikan pelbagai persoalan bangsa dan negara. Tanpa sokongan kerjasama dan komitmen kebersamaan yang kuat dari segenap elemen anak bangsa, sepertinya cita-cita besar para pendiri bangsa akan lahirnya Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya akan jauh panggang dari api. Dalam konteks ini, tugas utama sebagai generasi bangsa adalah bagaimana mendayagunakan pikiran, tenaga dan potensi personal lainnya dalam menjemput lebih cepat cita-cita dan mimpi besar kebangsaan para pendiri bangsa di atas dalam bentuk yang lebih nyata dan kongkrit. MPII berkeyakinan hanya dengan bekerjasama dan bersinergi sesama anak bangsa tanpa terjebak dengan belenggu perbedaan ideologi dan nilai juang organisasi, maka cita-cita kebangsaan para pendiri bangsa dengan mudah kita realisasikan dalam tempo yang ralatif singkat.

Trilogi perjuangan MPII adalah bermuara pada kerja-kerja praksis keorganisasian yang diorientasikan untuk mensinergikan dengan baik nilai-nilai kebangsaan, keislaman dan kemasyarakatan. Pertama, prinsip kebangsaan merupakan komitmen nyata pada peneguhan fakta keragaman dan keberagaman bangsa yang telah menjadi fitrah bagi bangsa dan negara Indonesia melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kedua, prinsip keislaman adalah sandaran pijak yang kuat dalam mempromosikan nilai-nilai keislaman yang ramah bukan yang marah, Islam yang merangkul bukan Islam yang memukul. Inilah spirit paripurna Islam yang rahmatan lil alamin ala Indonesia. Ketiga, prinsip kemanusiaan dengan senantiasa merujuk pada pengakuan absolut akan harkat, martabat, dan marwah manusia Indonesia tanpa membedakan agama, keyakinan, ras, golongan dan lain-lainnya. Dalam hal ini, MPII berpandangan bahwa keberislaman seseorang sangat kurang sempurna tanpa adanya komitmen kebangsaan yang kuat. Sebaliknya, komitmen kebangsaan seseorang yang kuat pun akan terasa sangat kering tanpa didukung dengan semangat keberislaman yang kokoh. Bahkan keberislaman dan kebangsaan seseorang pun akan rapuh dengan alfanya aktivitas yang manfaat dan kontribusi nyata bagi perbaikan kondisi masyarakat sekitar kita. Dengan demikian, mensinergikan prinsip-prinsip perjuangan organisasi di atas merupakan kewajiban dan dengan sendirinya menjadi mandat organisasi terhadap segenap pengurus dan anggota dari organisasi Majelis Pemuda Islam Indonesia. Wajah dan kondisi masa depan bangsa dan negara Indonesia terletak sepenuhnya pada komitmen kebangsaan, keislaman dan kemasyarakat yang tertanam kuat dalam diri kaum muda hari ini.

Majelis Pemuda Islam Indonesia secara resmi dideklarasikan pada hari Jum’at, 21 Agustus 2015 jam 14.00 bertempat di Gedung Buya Hamka, lantai 4, Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia. Jalan Proklamasi N0. 51 Menteng Jakarta Pusat oleh perwakilan Organisasi Kepemudaan Islam yang terdiri dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Persis, al-Irsyad, Mathlaul Anwar, al-Washliyah, ICMI, Dewan Masjid Indonesia dan lain-lainnya. Organisasi kepemudaan Islam ini berbadan hukum perkumpulan dengan notaris Oktaviana Kusuma Anggraini, SH.,M.Kn Nomor 05 tertanggal 28 September 2015 dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0013260.AH.01.07.TAHUN 2015.

About ADMIN MPII

Check Also

Nilai Perjuangan Majelis Pemuda Islam Indonesia

Jihad fi Sabilillah Pada dasar kata arti jihad adalah “berjuang” atau “ber-usaha dengan keras” , …